Lagi
Embun bening itu menetes
Lagi
Senyum itu berubah menjadi tangis
Dan lagi
Kebahagiaan itu direnggut
Embun bening itu menetes
Lagi
Senyum itu berubah menjadi tangis
Dan lagi
Kebahagiaan itu direnggut
Sesak itu kembali datang
Menghantam begitu kejam
Menjerat leher tanpa ampun
Sakit
Menghantam begitu kejam
Menjerat leher tanpa ampun
Sakit
Lagi
Dihempaskan seperti sampah
Tak berguna
Tak ada artinya
Seperti itukah?
Dihempaskan seperti sampah
Tak berguna
Tak ada artinya
Seperti itukah?
Lalu, apa tawa tak boleh menghampiri?
Apa penghargaan tak bisa didapat?
Apa hanya makian?
Apa tak ada terima kasih?
Apa tak ada kebanggaan?
Apa penghargaan tak bisa didapat?
Apa hanya makian?
Apa tak ada terima kasih?
Apa tak ada kebanggaan?
Seperti barang cacat
Hanya ada penyesalan
Hanya ada makian
Tak ada kehangatan
Hanya ada penyesalan
Hanya ada makian
Tak ada kehangatan
Mungkin memang tak artinya
Mungkin memang tak ada kehangatan
Mungkin memang tak ada kehangatan
Seolah terlempar ke dalam jurang yang tak berdasar
Dihempaskan begitu saja tanpa perasaan
Dihempaskan begitu saja tanpa perasaan
Lagi
Ya, lagi-lagi
Ya, lagi-lagi
Desi Tri Rahmawati
Sidoarjo, 7 Maret 2016
Sidoarjo, 7 Maret 2016


0 komentar:
Posting Komentar