Senin, 13 Maret 2017

KUMCER - Aki no Tenshi





Judul : Aki no Tenshi
Penulis : Desi Tri Rahmawati
Tebal : 210 hal. 
ISBN : 978-602-60917-1-0
Harga : Rp. 45.000,- (harga umum)
Pemesanan :
Sms ke nomor 085654910277 ketik AnT-NAMA LENGKAP-ALAMAT LENGKAP- NO. HP-JUMLAH PESANAN Bisa juga melalui BBM 7D0AD896, atau inbox fp Ariny NH

Apa kau percaya Malaikat itu ada? Aku percaya. Oh, tidak! Jangan menuduhku sedang berkhayal. Karena aku telah bertemu dengan Malaikat itu. Aku bertemu dengannya ketika musim gugur saat aku sedang kedinginan dan tak tahu harus ke mana.
Ya. Dia adalah Malaikat Musim Gugur. Setidaknya seperti itulah dia bagiku. Senyumnya yang lembut, pelukannya yang hangat, membuat jantungku berdegup kencang. Kehadirannya sudah ditakdirkan dalam hidupku.
Tanpa dia, aku tak ada artinya. Dia itu seseorang yang istimewa dan begitu berharga bagiku. Aku tak peduli apa kata orang. Aku akan selalu berada di sampingnya. Karena dia adalah ... Malaikat Musim Gugur.

KUMCER - SKETSA RIFKY






Sketsa Rifky

Penulis: Desi Tri Rahmawati
Penyunting : Muhrodin AM
Tata Letak : Lavira Az-Zahra
Desain Sampul : Rizky Kurniawan

Redaksi Pena House:
Jalan KNPI Gg. Cendrawasih, Bangkle, Blora, Jawa Tengah 58200
Telepon : 0899-571-8264
Email : azzahra.house834@gmail.com
Facebook: Pena House
Website : penahouseagency
.blogspot.com

Cetakan I, Agustus 2016
ISBN : 978-602-389-361-4

Hak Cipta dilindungi undang-undang
Dilarang keras memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam atau dengan teknik perekam lainnya tanpa izin tertulis dari penerbit.
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Sketsa Rifky, Editor: Muhrodin AM
Blora: Pena House, 2016
146 hlm, 13x19 cm.

I. Judul II. Sketsa Rifky

Harga:
40.000 (umum)

Pemesanan:
SKETSA RIFKY_nama_alamat lengkap_jumlah buku yang dipesan.
Kirim ke 08995718264

Review Novel Mr. Boros VS Miss. Perhitungan





Novel ini aku dapat sebagai hadiah dari GA yang diadakan penulisnya, yang kebetulan salah satu teman penulisku yang paling dekat, Ariny Nurul Haq a.k.a Ririn.


Sinopsis Back Cover a.k.a Blurb:

Cinta itu tak seperti matematika yang hasilnya pasti sama persis dengan kita perhitungkan. Terkadang Allah menjodohkan seseorang dengan orang yang berbanding terbalik dengan seseorang itu. Tujuannya biar saling melengkapi.

Seperti yang dialami Andhini Maharani atau biasa disapa Rani. Ia berusia 20 tahun, gadis ini tercatat sebagai mahasiswi teladan di fakultas ternama di Jakarta. Ia jomblo akut, dari lahir nggak pernah pacaran sama cowok. Eits, bukan karena dia nggak laku atau nggak suka cowok, tapi karena dia punya segudang tipe idaman. Tipe idamannya: nggak boros, makai kacamata tipis, smart, bersih dari jerawat, berpakaian rapi, sabar, bijaksana, dan paling penting sayang sama adiknya.

Ia justru jatuh cinta sama Raditya Saunders. Cowok yang super duper boros, hobby-nya travelling dan menghambur-hamburkan uang papanya. Untuk menyatukan 2 hati yang saling mencintai ke ikatan suci pernikahan tentu bukan hal yang mudah. Rnai dan Radith dihadapkan pada ujian yang dahsyat. Andhina Rosalia, yang berstatus sebagai adik kandung Rani justru mencintai Radith juga.
Rani berada di sebuah persimpangan, ia bingung memilih jalan yang mana. Jalan antara merelakan Radith untuk Andhina, atau mempertahankan Radith?


Review:

Pertama kali baca novel ini, mataku langsung melotot. Bukan karena bab pembukanya yang bikin tegang, tapi karena banyak typo yang bertebaran di dalamnya. Upss, peace, Rin. :p
Oke, kembali ke jalan cerita novel ini. Awalnya aku sempat mau protes, karena nggak masuk akal banget cara menyembuhkan trauma dengan membuat penderitanya itu tertawa. Pleaseee dehh, kok nggak masuk akal banget gitu... kalau caranya kayak gitu, penderita trauma nggak akan kesusahan dong sampai ke psikiater segala, bahkan ada yang sampai masuk RSJ. Hal ini sampai aku catat dalam hati, mau protes ke penulisnya, tapi pas baca mendekati ending, aku nggak jadi protes. Ealahh, ternyata gitu tho. Padahal mau protes tapi nggak jadi. :v
Okee, kalau kayak gitu ceritanya, jadi masuk akal. :v
#plakk
Seperti tulisan Ririn yang selama ini kukenal, terlalu banyak dialog dan minim deskripsi. Duhh, Rin... tolong dong jangan banyak dialog, kesannya kayak naskah drama. Lain kali pengin baca naskahmu yang seimbang antara deskripsi dan dialog, biar nggak kayak naskah drama lagi. :p
Ceritanya terlalu teenlit, bahasanya maksudku. Padahal ini masuk kriteria young adult, kan? Tolong sesuaikan gaya bahasa dengan kriteria cerita. Sebenarnya alur ceritanya bagus, kalau aja konfliknya lebih greget lagi. Dan apa ya, lelucon yang dilontarkan Radit itu garing banget sumpah, aku yang sebagai pembaca aja nggak ketawa, apalagi Andhina. :v
Btw, ini nama-nama tokoh di dalamnya ada di dunia nyata semua, kan? Malaya itu si May, pacarnya Bima itu bukan? :O
Itu nyata tah kalau Malaya dulu pernah jadian sama Radith? ._.
Sumpah, aku penasaran! :v :v
Next, pengin baca novelmu yang lebih keren dari ini. Semangat yaa, Rin~! ^^//

Okee, akhir kata, aku protes karena nggak ada tanda tangan dan cap bibirmu di novel ini. Kau menyebalkan! :v
Wkwkwkwk :v :v


Minggu, 27 Maret 2016

Nasi Goreng Jagung Manis plus Telur dadar Gulung Isi Jagung Manis




Bahan:
(untuk 1 porsi)

Untuk Nasi Goreng
3 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 buah cabe merah besar
3 buah cabe rawit
1 sachet terasi udang ABC
1 sachet royco/masako
3-4 tangkai sawi hijau (dipotong)
1 tangkai daun bawang (dipotong kecil-kecil)
1 buah jagung manis (diiris)
1 piring nasi putih

Untuk Telur Dadar Gulung
1 butir telur
Masako/Royco sedikit untuk perasa
1 tangkai daun bawang (dipotong kecil-kecil)
Jagung manis sedikit untuk isiannya


Cara Membuat:
Untuk telur dadar gulung isian jagung manis
1. Pecahkan telur di mangkok kecil.
2. Masukkan bahan-bahan untuk telur dadar gulung (Jagung manis, daun bawang yang sudah dipotong, masako/royco secukupnya).
3. Aduk sampai rata.
4. Panaskan minyak goreng di wajan (minyak gorengnya sedikit aja).
5. Tuang telur yang udah dicampur tadi ke dalam penggorengan.
6. Buat telur merata di dasar penggorengan (kalau bisa buat telurnya setipis mungkin dan jadi lebar).
7. Setelah matang, angkat telur.
8. Matikan kompor.
9. Taruh telur di telenan atau meja dapur.
10. Gulung telur, lalu potong menjadi 4-5 potong.
11. Taruh di piring kecil.

Untuk nasi goreng jagung manis
1. Iris bawang merah, bawang putih, cabe merah besar, cabe merah kecil lalu masukkan ke dalam cobek.
2. Masukkan juga setengah potong terasi udang ABC ke dalam cobek.
3. Tak lupa masukkan juga royco/masako secukupnya.
4. Uleg (haluskan) bahan-bahan. Tidak perlu sampai lembut, cukup setengah lembut aja.
5. Sisihkan bumbu yang udah diuleg.
6. Tuang minyak goreng sedikit aja ke wajan, panaskan.
7. Goreng bumbu yang udah diuleg, sampai tercium bau harum, kecilkan api.
8. Masukkan sawi hijau yang udah dipotong dan dicuci, masukkan juga daun bawang yang udah dipotong, juga masukkan jagung manis yang udah diiris. Campur dengan bumbu hingga merata.
9. Masih dengan api kecil, masukkan 1 piring nasi putih ke dalam campuran bumbu plus sayuran di wajan. Campur hingga merata.
10. Kalau kurang rasa asin dan pedas, bisa ditambahkan lada bubuk dan masako/royco. Incip dulu rasanya, kalau belum pas, bisa ditambahi lagi.
11. Ambil potongan telur dadar gulung, cukup satu potong aja, gunting kecil-kecil di nasi goreng.
12. Campur sampai merata.
13. Perbesar api kompor, campur terus nasi gorengnya hingga bumbunya benar-benar merata.
14. Matikan api, lalu taruh nasi goreng ke dalam piring.
15. Bisa ditambahi hiasan potongan tomat, kerupuk untuk ditaruh di pinggirannya.
16. Nasi goreng pun siap disajikan.

Okee... selamat mencoba! :D



         

Selasa, 15 Maret 2016

Senin, 14 Maret 2016

Diskusi Skenario Bareng Mbak Fitria Pratnasari (script writer bioskop Indonesia Trans TV)


                                                                                 
                                                                                                               

Kira-kira tanggal 2 September 2015 tahun kemarin aku akhirnya bertemu tatap muka sama mbak Fit setelah hampir 5 tahun cuma bisa ngobrol di dunia maya (FB). Rasanya tuh senenggg... banget. Apalagi mbak Fit ini udah kuanggap guru bagiku di dunia literasi. Dia udah ngajari aku tentang menulis mulai dari nol. Kalau bukan karena gabung di grup literasinya di FB, mungkin aku nggak akan punya kesempatan untuk mengirimkan karyaku (cerpen) pada project antologi yang diadakan mbak Fit. Pena Grage Community, adalah grup literasi yang didirikan mbak Fit. Awal masuk grup itu, aku bingung harus ngapain. Kadang cuma jadi silent reader aja, hihihi.... Sampai akhirnya, aku nyoba ikutan jadwal grup. Dan sejak saat itu mulai kenal dengan anggota yang lain juga admin PGC. Uhhh... jadi inget lagi deh. Pas mbak Fit menawariku jadi admin PGC, jujur aku syok banget. Bingung harus jawab apa. Tau sendiri kalau aku masih awam banget di dunia literasi, ehh... tiba-tiba ditawari jadi admin. Tapi akhirnya nekat, dan menerima tawaran itu. Ternyataa... menyenangkan. Banyak ilmu tentang menulis yang kudapatkan. Dan aku juga punya kesempatan membantai naskah (maksudku mengoreksi naskah :p ), dan ilmu yang lain. Ah, ternyata sama sekali nggak kusangka aku bisa seperti sekarang ini :)
Sayangnya grup PGC udah sepi sekarang. Admin lain pada sibuk. Mbak Fit sendiri juga lagi sibuk nulis script writer. Pssst, mbak Fit bentar lagi bakalan punya baby lhooo :3
Makasih banyak ya atas semua ilmu yang mbak Fit kasih ke aku :)
Hwaaa... pengin ketemu sama mbak Fit lagi >_<
Semoga ada kesempatan lain bagiku untuk berjumpa lagi dengan mbak Fit, aamiin... :3

Okeee, sekian cerita dariku ^.^